POROSCELEBES.COM, LUWU – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Luwu Muhammad Afif Hamka menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Kabupaten Luwu masih membutuhkan intervensi yang terpadu dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digelar di Ruang Pola Andi Kambo, Rabu (22/4/2026).
Menurut Afif, melalui program GENTING, sasaran intervensi mencakup 22 kecamatan dan 227 desa/kelurahan, dengan fokus pada ibu hamil, ibu menyusui, baduta usia 0–23 bulan, serta balita usia 24–59 bulan dari keluarga berisiko stunting.
“Kami mohon kesediaan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, OPD, kecamatan dan desa, PKK, insan kesehatan, badan usaha, perbankan, badan amil zakat, TPK, perguruan tinggi, LSM, hingga seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu dalam upaya ini,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka stunting di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan Shadiqin, pimpinan perbankan, kader TPK, serta penyuluh KB se-Kabupaten Luwu.
Melalui keterlibatan semua pihak, diharapkan program GENTING mampu mempercepat penurunan stunting secara signifikan di Kabupaten Luwu.















