POROSCELEBES.COM, LUWU – PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS), anak perusahaan Kalla Group, mengerahkan armada pemadam kebakaran dan personel Emergency Response Team (ERT) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda dua desa di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yakni Desa Lengkong dan Desa Puty.
Dukungan tersebut dilakukan di tengah upaya penanganan kebakaran yang membakar kawasan hutan, pertanian, dan perkebunan.
Sebelumnya, kebakaran di kawasan Buntu Barru, Desa Lengkong, dilaporkan meluas hingga diperkirakan mencapai 20 hektare dan mulai mendekati permukiman warga.
Supervisor Emergency Response Team PT BMS, Sarbini Haris, mengatakan perusahaan menurunkan sejumlah armada dan personel untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah tersebut.
Armada yang dikerahkan terdiri dari satu unit fire engine, satu unit mobil tangki air atau water tank, serta satu unit ambulans.
“Armada yang kami turunkan terdiri dari satu unit fire engine kapasitas 10.000 liter, satu unit water tank kapasitas 10.000 liter, dan satu unit ambulans,” kata Sarbini Haris.
Menurut Sarbini, pengerahan armada tersebut didukung personel Emergency Response Team PT BMS yang bertugas membantu penanganan di lapangan.
Sebanyak tujuh personel ERT PT BMS dikerahkan dalam upaya tersebut. Selain itu, terdapat pengemudi armada yang turut mendukung operasional kendaraan selama penanganan kebakaran.
Kebakaran Melanda Dua Desa
Kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Bua menjadi perhatian karena terjadi di kawasan yang memiliki vegetasi hutan serta area pertanian dan perkebunan milik masyarakat.
Sebelumnya, kebakaran di Buntu Barru, Desa Lengkong, dilaporkan terjadi sejak Senin (19/10/2026) siang dan masih berlangsung hingga malam hari. Tiupan angin kencang membuat api cepat menjalar di area yang terbakar.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat berupaya mengendalikan kobaran api. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, antara lain medan perbukitan yang terjal, sulitnya akses menuju titik api, serta sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.
Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan dukungan peralatan dan pasokan air yang memadai.
Selain Desa Lengkong, karhutla juga dilaporkan melanda Desa Puty. Pengerahan armada PT BMS diarahkan untuk membantu penanganan kebakaran yang terjadi di dua wilayah tersebut.
Keterlibatan armada pemadam berkapasitas besar diharapkan dapat mendukung kebutuhan air dalam proses pemadaman, terutama di tengah keterbatasan sumber air di sekitar titik kebakaran.
Dukungan Armada dan Personel
Keberadaan fire engine dan mobil tangki air menjadi bagian penting dalam mendukung operasi penanganan karhutla. Fire engine digunakan untuk membantu pemadaman, sedangkan mobil tangki berfungsi mendukung ketersediaan pasokan air bagi petugas di lapangan.
Sementara itu, ambulans BMS disiagakan sebagai bagian dari dukungan operasional untuk menunjang kebutuhan penanganan darurat selama kegiatan berlangsung.
Pengerahan tujuh personel Emergency Response Team PT BMS bersama pengemudi armada juga menambah dukungan sumber daya dalam penanganan kebakaran di Kecamatan Bua.
Meski demikian, kondisi di lapangan tetap menjadi faktor penentu dalam proses pemadaman, terutama ketika titik api berada di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan.
Penanganan karhutla memerlukan koordinasi antara petugas pemadam kebakaran, tim tanggap darurat, pemerintah setempat, dan masyarakat agar api dapat dikendalikan serta tidak meluas ke kawasan lain.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat informasi terbaru yang dapat memastikan luas keseluruhan lahan terbakar di Desa Lengkong dan Desa Puty, maupun apakah seluruh titik api telah berhasil dipadamkan.
Upaya penanganan di kedua desa tersebut menjadi penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi risiko terhadap permukiman, lahan pertanian, serta perkebunan masyarakat.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Bua dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan berbagai Pihak. personel Pemadam Kebakaran kabupaten Luwu, Polsek Bua, Camat Bua, TNI, SAR Pramuka, serta masyarakat Desa Lengkong dan Desa puty bersama-sama melakukan upaya penanganan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.















