Viral Hidup Tanpa Listrik, Keluarga Mursalim di Luwu Akhirnya Nikmati Pemasangan Listrik Gratis dari PLN

POROSCELEBES.COM, LUWU – Kabar bahagia akhirnya datang untuk Mursalim (45), warga Dusun Minanga Tallu, Desa Tanjong, Kecamatan Bua Ponrang (Bupon), Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Setelah kisah hidupnya yang tinggal di rumah bekas dapur gula aren tanpa aliran listrik menjadi perhatian publik, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Belopa bergerak cepat memberikan bantuan.

Tim PLN turun langsung ke rumah Mursalim untuk memastikan kondisi keluarga tersebut sekaligus menyiapkan proses pemasangan listrik gratis melalui program Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.

Bacaan Lainnya

Selama ini, Mursalim bersama istrinya, Yeni (48), dan putra mereka, Muhammad Ghibran (7), hidup dalam keterbatasan. Rumah sederhana berukuran sekitar 3 x 4 meter yang mereka tempati belum pernah tersambung listrik.

Saat malam tiba, penerangan hanya berasal dari pelita berbahan bakar minyak tanah, lampu darurat, atau lampu yang disambungkan ke aki sepeda motor. Manajer PLN ULP Belopa, Ricky Titin, mengatakan pihaknya bergerak setelah mengetahui kondisi yang dialami keluarga Mursalim.

“Hari ini kami dari PLN ULP Belopa yang berada di bawah naungan UP3 PLN Palopo, Wilayah Sulselrabar, mengunjungi rumah Pak Mursalim yang memang belum memiliki listrik,” kata Ricky.

Menurut Ricky, melalui Yayasan Baitul Maal PLN, keluarga Mursalim akan memperoleh bantuan pemasangan listrik secara menyeluruh.

“Bantuan yang kami berikan berupa pemasangan kWh meter beserta instalasi listriknya. Setelah proses ini selesai, Pak Mursalim dan keluarga bisa langsung menikmati listrik di rumahnya,” ucapnya.

PLN menargetkan pemasangan dapat dilakukan dalam waktu singkat. “Kalau tidak ada kendala, besok kami upayakan seluruh pemasangan selesai sehingga listrik sudah bisa digunakan oleh keluarga Pak Mursalim,” ujarnya.

Bagi keluarga Mursalim, bantuan tersebut menjadi titik terang setelah bertahun-tahun hidup tanpa akses listrik. Sebelumnya, setiap malam mereka hanya mengandalkan cahaya pelita untuk beraktivitas.

Bahkan ketika minyak tanah habis dan aki motor tidak lagi memiliki daya, keluarga itu terpaksa menyalakan api unggun di sekitar rumah atau memilih beristirahat lebih awal karena tidak ada penerangan.

Kepala Dusun Minanga Tallu, Agustang, mengatakan kondisi keluarga Mursalim memang sudah lama diketahui pemerintah desa.Ia menjelaskan rumah yang ditempati Mursalim berukuran sekitar 3 x 4 meter dan hingga kini belum pernah menikmati aliran listrik.

“Selama ini mereka menggunakan pelita, lampu darurat, atau lampu yang bersumber dari aki sepeda motor untuk penerangan pada malam hari,” kata Agustang.

Ia juga mengungkapkan pemerintah desa telah beberapa kali mengusulkan agar keluarga Mursalim masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar dapat memperoleh berbagai program bantuan pemerintah.

Namun proses tersebut belum berhasil karena data administrasi kependudukan Mursalim sebelumnya masih tercatat di daerah tempat tinggal lamanya.

“Perangkat desa sudah berkali-kali mengusulkan, tetapi saat pendataan mengalami kendala karena data sebelumnya masih terdaftar di daerah asal. Sekarang kami masih berkoordinasi agar proses penginputan bisa diselesaikan. Berdasarkan Kartu Keluarga, beliau sudah berdomisili di Desa Tanjong,” jelasnya.

Agustan berharap persoalan administrasi tersebut segera tuntas sehingga keluarga Mursalim dapat memperoleh bantuan sosial lainnya yang sesuai dengan kriteria.

Kedatangan PLN ke rumah Mursalim menjadi kabar yang membawa harapan baru. Setelah sekian lama hidup dalam gelap, keluarga kecil itu kini bersiap menyambut malam pertama dengan cahaya lampu listrik.

Bagi Muhammad Ghibran yang baru duduk di bangku sekolah dasar, hadirnya listrik bukan hanya membuat rumah menjadi terang, tetapi juga memberi kesempatan belajar pada malam hari dengan penerangan yang lebih layak.

Kisah keluarga Mursalim menunjukkan bahwa perhatian masyarakat terhadap persoalan sosial dapat mendorong lahirnya aksi nyata. Sebuah pemberitaan yang menyentuh empati publik akhirnya menghadirkan perubahan yang selama ini hanya menjadi harapan bagi keluarga tersebut.

Pos terkait