POROSCELEBES.COM, LUWU – Bupati Luwu, Patahudding, membuka Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Peserta Didik Sekolah Dasar Se-Kabupaten Luwu Tahun 2026 di Tribun Lapangan Andi Djemma, Belopa, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang diikuti peserta didik dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Luwu tersebut menjadi ajang pengembangan bakat, kreativitas, serta pembentukan karakter generasi muda melalui berbagai kompetisi seni, olahraga, dan permainan tradisional.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu menegaskan bahwa PORSENI tidak sekadar menjadi arena perlombaan untuk mencari juara, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak belajar membangun rasa percaya diri, menjunjung sportivitas, bekerja sama dalam tim, serta menghargai proses dan hasil yang diperoleh.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam mengembangkan minat, bakat, dan karakter peserta didik secara seimbang.
“PORSENI menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi terbaiknya sekaligus belajar berkompetisi secara sehat. Dari kegiatan seperti inilah lahir generasi yang tangguh, kreatif, dan memiliki karakter yang kuat,” kata Patahudding.
Ia menambahkan bahwa pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Luwu dalam mewujudkan visi daerah, yakni Luwu Unggul, Berkarakter, dan Berbasis Agribisnis.
Karena itu, pemerintah terus mendorong sekolah-sekolah agar tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni, olahraga, dan budaya.
PORSENI Tahun 2026 mempertandingkan berbagai cabang lomba, antara lain nyanyi solo, baca puisi nasional, baca puisi lokal, dongeng bahasa ibu Luwu, tilawah, bola voli putra dan putri, sepak takraw, serta sejumlah permainan tradisional seperti Mallongga, Maggasing, Maccukke, dan Maenrang.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi muda Luwu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, kreativitas, dan karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.















