KTNA Luwu Susun Rumusan Musim Tanam 2026–2027 Lewat Tudang Sipulung

POROSCELEBES.COM, LUWU — Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Luwu bersama Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar Sarasehan dan Tudang Sipulung Tingkat Kabupaten Luwu Tahun 2026 sebagai forum menyusun rumusan musim tanam 2026–2027 serta memperkuat koordinasi sektor pertanian.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Padang Sappa, Rabu (20/5/2026), itu dihadiri unsur pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga stakeholder sektor pertanian lainnya.

Bacaan Lainnya

Ketua KTNA Kabupaten Luwu, Dahsyan Lubis, mengatakan sarasehan dan tudang sipulung menjadi forum penting dalam menyamakan persepsi terkait pola tanam, kebutuhan petani, serta berbagai tantangan pertanian yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga wadah memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kelompok tani, pemerintah, penyuluh, dan pihak swasta.

“Melalui kegiatan ini kita menyusun rumusan musim tanam 2026–2027 sekaligus memperkuat koordinasi untuk menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian,” kata Dahsyan.

Ia menilai sinergi seluruh pihak sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, menegaskan wilayah Ponrang dan sekitarnya memiliki kontribusi besar terhadap produksi pangan di Kabupaten Luwu.

Karena itu, menurutnya, dibutuhkan semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Luwu dapat terus berkembang.

“Luwu memiliki potensi luar biasa mulai dari pegunungan, pertanian, perkebunan hingga sektor kelautan. Potensi ini harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar Dhevy.

Ia juga menegaskan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian, serta penguatan kelembagaan petani.

Forum tudang sipulung tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan musim tanam mendatang.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu dalam mendukung pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan demi mewujudkan swasembada pangan nasional.

Pos terkait