POROSCELEBES.COM, LUWU – Warga Dusun Bulu Cengge’, Desa La’loa, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, menyoroti pembangunan sebuah jembatan yang hingga kini belum juga rampung meski telah dikerjakan beberapa tahun lalu.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proyek pembangunan jembatan tersebut mulai dikerjakan sebelum pelaksanaan Pemilihan Bupati Luwu tahun 2024. Namun, hingga pertengahan tahun 2026, kondisi jembatan masih terbengkalai dan belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya.
“Yang dibangun hanya landasan atau pondasinya saja. Setelah itu tidak ada lagi kelanjutan pekerjaannya sampai sekarang,” ujar warga.
Menurutnya, masyarakat juga belum mengetahui secara pasti sumber anggaran yang digunakan dalam pembangunan jembatan tersebut. Karena itu, warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan untuk menyelidiki proyek yang dinilai mangkrak tersebut.
Selain terbengkalai, keberadaan pondasi jembatan justru disebut menghambat aktivitas masyarakat. Warga yang hendak menuju kebun maupun kembali ke rumah tidak lagi dapat melintasi jalur tersebut menggunakan sepeda motor.
“Sekarang motor sudah tidak bisa lewat. Kami terpaksa menggunakan kayu sebagai penyangga saat mencoba melintas. Bahkan banyak warga memilih memikul hasil kebunnya karena kendaraan tidak bisa melewati lokasi itu,” ungkapnya.
Ironisnya, sebelum proyek pembangunan dimulai, jalan di lokasi tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua. Namun setelah pembangunan dimulai dan tidak diselesaikan, akses masyarakat justru menjadi lebih sulit.
Kondisi ini dinilai sangat merugikan warga yang setiap hari menggantungkan aktivitas ekonomi dari hasil perkebunan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut agar akses masyarakat kembali normal.
Selain itu, warga juga mendesak Aparat Penegak Hukum untuk menyelidiki penyebab mangkraknya proyek tersebut, termasuk menelusuri sumber anggaran dan pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.
Sementara itu, Kepala Desa La’loa, Abdul Azis, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan media melalui pesan WhatsApp belum mendapat respons. (*)














